Shubuhku
Mataku mengerjab, cahaya itu terlau terang tepat mengenai pandanganku yang belum siap bukan itu saja aku memag sudah lama tak melihat cahaya, mungkin karean terlampau yama degan kehidupa malam, bersama sejuta khayal. Ah sial, siapa sepagi ini sudah berani membuka tirai kamarku, mengganggu saja. Sedikit tak imbang aku mencoba bangkit dari kasur. Langkahku terhenti, kaleng bekas minuman menggelinding ke sudut kamar, ku hela nafasku, cukup kamar ini sudah cukup mengerikan, suut sudut penuh berjejal kertas, berkaling kalengbekas minuman berserak memenuhi ruang ini. Ku tutup kembali tirai menyembunyikan segala keburukan dari kamar ini.