Kepada Hati Yang Bergemuruh Kecewa, Bersandarlah Pada Yang Maha Kuasa, dan Tenanglah
Aku, kamu, dia, pun mereka pernah punya hasrat yang sama tinggi. Seakan sudah layak memiliki, sepertinya sudah pantas menggenggam sampai mati. Padahal sejatinya tak ada yang benar-benar kita miliki, terlebih jika han ya sebuah a ngan- angan yang digenggam pun tak bisa. Ketika benar-benar tidak sesuai apa yang kita inginkan, hati ini bergemuruh; melih at, mendengar segala hal yang bertaut serasa langit runtuh. Tentu saja ini wajar, seperti sebuah hukum alam: ada aksi, ada reaks i. Namun, kekesalan bukan satu-satunya reaksi yang bisa dilakukan saat kita dikecewakan. Menerimanya dengan lapang dada memang tak mudah. Bohong jika kita tidak memendam sedikit rasa kesal, terlebih jika itu adalah seseorang yang paling kita idam-idamkan, seseorang yang layak untuk diperjuan gkan, seseorang yang pantas ditunggu sampai nanti. Cukup lama untuk mempersiapkan, sudah dalam merencanakan, namun apalah daya diserobot orang d uluan. Sakit? Pasti. Kecewa? Tentu saja ! Sebab hati ini rapuh, mudah sekali ...