Quarted : Secret Admirer
Kanu Dewista Stop, dasar. Betapa bodohnya aku, benar aku hanya bisa menapak dan berdiri di sini, selangkah lebih jauh akan membuat aku terjebak pada keadaan yang semakin buruk. Mungkin ini memang sudah jadi takdirku untuk tetap berdiri di jarak yang tak terjangkau, memandangi wajah tampannya dari jarak ini saja sudah cukup membuat benda dalam dadaku berdetak detak berisik, ini bukan berarti aku tak berani mendekat, hanya saja aku tak ingin memmbuatnya canggung. Ah tidak buka dia yang akan canggung di hadapanku, tapi aku yang mungkin sulit mengendalikan perasaanku melihat dirinya dengan gaya termanis yang pernah kulihat. yah mungkin ini takdir.