For Her : No Tear to Memory
"Kak..". Den tersentak. Dian menjawil dan memamerkan senyum manja. Den tahu maksud nya. "Aishh Kamu ini, tau aja. Iya deh tar Kakak beliin.". Dia berjingkrak. Den hanya menggeleng. "Makasih kak.". Ia daratkan kecupan di pipi Den. "Aishh, awas kamu ya...". Den berlari mencoba menangkap Diana Seperti masa lalu. Bercanda saling kejar mengejar saling menggelitik. Jerit dan tawa berbaur memenuhi rumah sepi mereka. Rumah Denis dan Diana. Tiba tiba saja Den berhenti di depan pintu sebuah kamar. Ada memory yang kembali terputar. "Kak Den". Lagi lagi tersentak. Selembar handuk pas mengenai mukanya. "Mandi dulu. Badan Kakak bau.". Ia tinggalkan memory itu mengendap di kamar kosong itu. Agar rindu yang datang memanggilnya kembali. Den mengendus ketiak nya dan seketika bibir nya berubah manyun. Diana tersenyum melihat tingkah Den yang menggloyor ke kamar mandi.