Kepada Hati Yang Bergemuruh Kecewa, Bersandarlah Pada Yang Maha Kuasa, dan Tenanglah
Aku, kamu, dia, pun mereka pernah punya hasrat yang sama tinggi. Seakan sudah layak memiliki, sepertinya sudah pantas menggenggam sampai mati. Padahal sejatinya tak ada yang benar-benar kita miliki, terlebih jika han
Namun, kekesalan bukan satu-satunya reaksi yang bisa dilakukan saat kita dikecewakan.
Menerimanya dengan lapang dada memang tak mudah. Bohong jika kita tidak memendam sedikit rasa kesal, terlebih jika itu adalah seseorang yang paling kita idam-idamkan, seseorang yang layak untuk diperjuan
Sebab hati ini rapuh, mudah sekali runtuh, sering kali mengeluh.
Dengan begitu, tanpa sadar kita telah mengabaikan seutas tali bernama takdir yang telah mengikat kita dari lahir. Karena kita percaya semua ini tak lepas dari sebuah catatan di langit, yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi. Jika rasa ibarat bermain layang-layang, maka bermainlah unt
Tarik-ulur adalah hukum wajib mengendalikan perasaan yang tengah ditiup angin menggebu.
Apa yang lepas dari genggam tak akan mengganggu langkah untuk tetap maju dan memantaskan diri jika kita sadari bahwa tidak ada yang benar-benar kita miliki. Meruntuhkan keangkuhan bahwa diri ini paling layak mendapatkan dan mendampingi adalah hal yang sangat mendas
Berharap saja, yang lepas itu jatuh pada tangan yang tepat, sebagai hadiah lelah memanjat kepantasan diri.
Sebab yang menentukan kelayakan bukan kita, maka sandarkan hati yang rapuh ini pada Yang Memiliki Kuasa agar saatnya nanti tidak bersimbah luka saat kecewa. Sedari awal perlu kita pastikan bahwa bukan untuk seseorang kita meningkatkan kep
Bukankah kita percaya bahwa Tuhan adalah "penulis skenario" terbaik yang pernah ada?
Bersabarlah, apa yang kita usahakan pasti akan membawa hasil yang sesuai. Balasan itu akan tetap setia pada kesetaraan perbuatan. Benar-benar tak ada yang sia-sia bila dikerjakan bersandar pada keridaan Tuhan. Pahit yang kita rasakan saat ini mungkin sebuah hukuman dari Tuhan atas keangkuhan kita, ketamakan hasrat yang ingin memiliki. Memang ini wajar di mata kita sebagai manusia, namun Tuhan Maha Cemburu. Nikmatilah rasa sakit atas kekecewaan ini sebagai pelajaran bahwa kita pernah mengecewakan Tuha
Mohon bersabar, ini ujian, tahan emosi, tahan emosi, memang mengecewakan.
Namun bersyukurlah, karena dengan itu bisa menjadi obat penenang yang mampu mengingatkan kita akan nikmat-nikmat lain yan
Minta ampunlah atas segala keangkuhan yang kita lakukan. Sampai saatnya nanti, melangkahlah perlahan mendekatkan
Semoga Tuhan mempertemukan kita dengan hati yang mampu menenangkan gemuruh di dalam dad
Comments
Post a Comment