Sebuah Cinta Untuk Negri
Ada banyak hal yang tak kita sadari. Ternyata sering berimbas pada
buruk nya ligkungan sekitar, ada pula hal kecil ketika bisa diperhatikan
lebih baik ada jutaan manfaat yamg mungkin saja bisa dirasakan oleh
orang lain.
Entah takdir apa yang kni membawaku di ebuah tempat yang tak pernah terbayang sebelumnya, semua orang di desaku tahu siapa aku dan apa kegiatanku, dan mungkin saja inilah keempatan kedua yang ingin ditunjukkan Allah sekali lagi padaku.
Ini terlihat sangat biasa di mata teman seperjuangan dulu, tapi bagiku tak ada yang remeh. dalam setiap keadaan yang aku alami ada banyak pelajaran berharaga yang tak pernah aku dapat ketika dulu menempa ilmu.
Saat ini mata ku harus kembali terbelalak, saat dimana banyak orang yang membutuhkan energi dari kita, mereka yang sebagian asih terjebak dalam kekosongan hati, sebuah ranah strata menghimpit terpisah jurang membelah. Bukan aku bukan yang terbaik dalam hal ini, tapi aku tengah mencoba bersyukur bahwa aku masih diberi kesempatan untuk kembali merasakan itu. ya setidaknya sebagian kecil semangat itu mulai tumbuh satu demi satu.
"hey kemana saja kau selama ini"
Pertanyaan ini selalu muncul bertubi tubi dalam pikiran ku yang akhirnya berjumpa pada atu titik jawaban,
"Tersesat setelah lama tau arah".
Aku malu mengakui itu, tapi ternyata memang begitulah keadaaannya. Aku telah hilang dan mencoba untuk kembali dengan warna lebih baru.
Aku yakin ini bukan akhir dari perjalanan belajarku tapi bia jadi adalah titik awal dimana ku harus kembali memulai, karena setiap apa yang kita lewat ada satu dua zambrud berharga.
Kini disinilah aku, sebuah tempat yang asing tapi akan kucoba untuk terbiasa kembali. Membagikan cinta untuk negri tak tertebak
Hilal Ahmar Jakarta 25-052014.
Sebuah Perjalanan Kecil Menjemput Cahaya.
Entah takdir apa yang kni membawaku di ebuah tempat yang tak pernah terbayang sebelumnya, semua orang di desaku tahu siapa aku dan apa kegiatanku, dan mungkin saja inilah keempatan kedua yang ingin ditunjukkan Allah sekali lagi padaku.
| Sabtu 24/05/2014 Pengobatan Gratis di Pesantren Darul Ulum Ciapus Bogor. |
Ini terlihat sangat biasa di mata teman seperjuangan dulu, tapi bagiku tak ada yang remeh. dalam setiap keadaan yang aku alami ada banyak pelajaran berharaga yang tak pernah aku dapat ketika dulu menempa ilmu.
Saat ini mata ku harus kembali terbelalak, saat dimana banyak orang yang membutuhkan energi dari kita, mereka yang sebagian asih terjebak dalam kekosongan hati, sebuah ranah strata menghimpit terpisah jurang membelah. Bukan aku bukan yang terbaik dalam hal ini, tapi aku tengah mencoba bersyukur bahwa aku masih diberi kesempatan untuk kembali merasakan itu. ya setidaknya sebagian kecil semangat itu mulai tumbuh satu demi satu.
"hey kemana saja kau selama ini"
Pertanyaan ini selalu muncul bertubi tubi dalam pikiran ku yang akhirnya berjumpa pada atu titik jawaban,
"Tersesat setelah lama tau arah".
Aku malu mengakui itu, tapi ternyata memang begitulah keadaaannya. Aku telah hilang dan mencoba untuk kembali dengan warna lebih baru.
Aku yakin ini bukan akhir dari perjalanan belajarku tapi bia jadi adalah titik awal dimana ku harus kembali memulai, karena setiap apa yang kita lewat ada satu dua zambrud berharga.
Kini disinilah aku, sebuah tempat yang asing tapi akan kucoba untuk terbiasa kembali. Membagikan cinta untuk negri tak tertebak
Hilal Ahmar Jakarta 25-052014.
Sebuah Perjalanan Kecil Menjemput Cahaya.
Comments
Post a Comment