Ocehan Pemilu : Aku Pasti Kecewa
Tahun ini tahun yang sangat menegangkan meski tak ada pertumpahan darah tapi banyak hal yg membuat saya bergidik ngeri. entah salah siapa entah gara gara siapa, media menyebar berita ini itu, dijejaring social mereka menanggapi begini begitu.
dan entah tak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sebelumnya, ini benar benar berwarna, apakah ini efek dari ketidak puasan kita pad peimpin terdahulu, hingga kita sanggup membuka mata,ataukah sebuah trauma mas lalu yg terlampiaskan dengan bebas.
yah mungkin masyarakat mulai berpikir cerdas, atau memang sebenarnya mereka sudah berpikir cerdas namun baru kali ini bisa dikeluarkan dengan bebas.
semua terpacu pada dua sosok, baik aktifisdakwah, masyarakat awam, anak abg labil. semua ikut bersuara, dan aku baru kali ini semua serentak ikut antusias, dari debat debat kusir dalam angkot, atau obrolan ringan saat berbelanja di warung, seua ikut andil. kata masa bodoh itu mulai berangsur hilang.
Media gencar memberitakan ini itu, bukan lagi soal kontroversi artis yang sibuk cari sensasi demi popularity. aku juga tak begitu mengerti, terlepas dari berbagai tuduhan itu entah itu pamer, pencitraan. atau apalah, baru ku sadari, gara gara sosok ini semua orang tergerak untuk peduli pada bangsanya, semua orang tergerak untuk bangkit, entah itu membela atau ingin menunjukan kesalahan dan keburukan yang mungkin terjadi.
Keadaan ini sempat membuatku menitikan air mata, yah memang agak terasa melankolis atau mengarah padahal yang berlebihan, tapi tak bisa kubayangkan bisakah suara suara ini bebas keluar dulu kala, saat mereka yang ingin bersuara selalu dibungkam bui.
Yah mungkin benar, langkah kecil yang dilakukannya mampu menggerakan seluruh rakyat, dari berbagai lapisan, pekerja seni yg dulu apatis kini mulai peduli, beramai ramai mereka menunjukan simpatisannya tanpa pungutan biaya. Dulu mereka yang menganggap pemilu hanyalah seremoni para tikus berjas hitam dan masa bodoh dengan hasilnya, kini mulai angkat bicara, aku tak mengira bisa merasakan masa ini.
Tak ku bedakan semangat ini, entah mencerca, saling mengunggulkan, saling menyebar berita baik yang baik atau yg buruk, tapi baiklah itu adalah semangat kepedulian yang dulu terpaksa terkubur karena tak ada kesempatan untuk mengutarakan, dulu segalanya didekte. tak ada yg boleh menolak, tak ada protes, hal yang buruk disembunyikan rapat rapat dalam rapat rapat yang tertutup rapat. Semua media satu, satu tujuan, menutupi apa yg bisa ditutupi.
Cerita kelam itu mulai memberikan kita pelajaran, kita tak harusnya diam jika ada keburukan. Sehingga tak ada yang tahu bahwa ternyata ada hal buruk yng sedang ditutupi. Kejahatan meraja lela bukan karena tak adalagi orang yang baik, tapi karena orang orang baik itu diam dan bungkam, entah kareana takut atua memang sudah tak peduli.
aku bangga besar dan merasakan masa ini, saat semangat semangat kecil itu muncul, meluap kepermukaan dengan bebas, aku tak tahu ini benar atau tidak, tapi menurutku gara gara sosok itu mereka mulai sadar, bahwa ada yang salah dengan bangsa ini dan kita tak bisa tinggal diam dengan kesalahna itu. Ya benar gara gara sosok ini semua orang mulai peduli. Berterima kasihlah pada nya, untuk semangat kecil yang telah dia sebarkan.
Semangat menuju hal baru, dan meninggalkan monotonisme masa lalu yang kaku. Semua bebas bersuara apa pun itu tanpa takut untuk dibungkam dan mendekam di bui. Terima kasihku pada nya. Mungkin aku pasti akan kecewa, karena dia memang bukan dewa, yang sempurna. Ya kita pasti akan ada sedikit rasa kecewa pada pilihan kita. tapi pilihan yang salah bukan berarti tak ada manfaatnya, pilihan yang salah adalah jalan menuju pengalaman. Aku akan kecewa, dan pasti kecewa tapi, #AkhirnyaakumemilihHanyaMendukungSajaLwatDoa.

Comments
Post a Comment