Malam Laknat


Malam laknat.
Menggerayang sesat, aku mulai terpikat.
Bergumul penuh hasrat, memeluk rindu erat.
Berpeluh bergetar hebat.
Lembut membelai.
Kecup di leher lumer.
Menegang pasang, aku menggirang.
Deru nafas berat
Memuncak di balik gelap.
Satu titik noda,
Mencemar jernih kaca.
Mungkin hujanlah yang mampu hapuskannya.
Namun sayang
Tiada mendung menggantung,
Derai air mata tak kunjung jatuh.
Semua tanpa penyesalan.
Menjelma hujat menyayat

Comments

Popular posts from this blog

CUMIVIEW : Alasan Kenapa Ratna Ajeng “WANOJA” Layak Diperjuangkan.

Tentang Menikah, Mengapa Tidak Aku Segerakan.

Quarted : Secret Admirer Part 2