Reportase : Jalan Jalan Ke Ancol, Ikut Inagurasi Biar Apdol
Well, perjalanan gue mengikuti pelatihan menulis sebagai pramuda 19 flp Jakarta sudah berakhir, menghadiri pertemuan dua pekan sekali itu ternyata butuh perjuangan dan tekad yang kuat, tak semudah yang dibayangkan pada awal masuk. Tapi ini bukan berarti akhir dari perjalanan kepenulisan gue, sebenarnya dengan berakhirnya kelas pramuda 19 punya dua titik arti yang berbeda. Pertama benar benar berakhir, jika gue berhenti disini dan ga serius untuk belajar menulis, dengan artian apa yang gue lakuin selama kurang lebih satu semester ini hanya buang buang waktu dan tenaga. Kedua dengan berakhirnya pelatihan berarti babak baru yang lebih panas sudah dimulai. Setelah dua belas pertemuan dengan materi dan tugas tugas yang berbeda itu masih ada satu acara yang harus diikuti untuk pengesahan sebagai keluarga baru Muda FLP Jakarta. Tanggal 1 November, 2015 dipilih sebagai hari besar “penobatan” itu, yang disebut sebut sebagai Inagurasi, Jauh jauh hari sebelum nya gue dan temen temen diminta membawa beberapa peralatan yang dibutuhkan. Ga ada bayangan sama sekali itu acara bakal kaya gimana, yang gue tahu seluruh pramuda yang telah dinyatakan lulus dalam pelatihan diminta datang ke Echo Park Ancol. Yey, jalan jalan, maklum untuk pertama kali nya dalam hidup gue dateng ketempat itu wakakwek norak abis ya, biarlah emang kenyataannya anak kampung ini baru pertama ke tempat rekreasi keluarga itu.
Hem, dan ternyata acara dimulai dengan permainan post post an, entah nama kerennya apa yang penting anak anak prmuda 19 dikumpulin terus dibentuklah kelompok kelompok kaya pramuka gitu lah, berjalan dari post ke post yang sudah disediain dibekali 50 pertanyaan yang harus dijawab sambil berjalan.
Sulitnya menemukan post 1.
Gue nggak ngerti ini kesalahan siapa yang jelas sepertinya persiapan panitia yang kurang matang atau apa, nggak ngerti, bayangin diantara kerumunan pengunjung yang begitu banyaknya, tidak ada tanda atau bendera khusus yang menandai mana post satu, well untung nya sih ada salah satu senior yang menemani dan membantu dimana keberadaan post pertama, usut punya usut ceileh Bahasa gue ternyata ada pak satpam yang mungkin keberadaan post pertama diawal mengganggu kenyamanan pengunjung jadilah dipindah ketempat yang lebih nyaman lol. Permainan sambung kata di post pertama menguji imajinasi absurd gue dan berhasil, cerita antar anggota kelompok yang nggak nyambung sama sekali dan nyeleneh. WTF :3
Berlanjut, di post berikutnya kita diminta berfoto ria dengan gaya mengikuti patung komodo yang berdiri kokoh dan hanya di beri waktu lima menit meskipun pada akhirnya gagal mengambil foto yang diminta.
Post berikutnya serius tapi santai, ada beberapa pertanyaan yang diajukan terkait keikut sertaan di FLP, dan di post ini kami di pertemukan dengan om yang gagah nan romantis, siapa kah dia? Yey Om Gege mappangewa.
Berikutnya di post ini kami seperti diceramahi (u.u) ya begitulah pembawaan bang Sokat, memberi pertanyaan dan memberi ceramah singkatnya, dan yang paling ngeselin bang Sokat ini pinter banget ngeriffing :3 ya udah kaya nonton stand up, setiap gerak gerik kita bakal jadi bahan riffing. Di post ini pula kita terutama gue seperti diikat janji oleh Mas Agus, satu tahun kedepan karya apa yang kita miliki dan membuat bangga FLP Jakarta memiliki gue :3 entah gue sendiri gak yakin dengan semua itu. Tapi yang jelas harus dicoba.
Post Misterius yang terlewati.
Di post ini seharusnya kami kembali diminta berfoto foto, dan kamuflase mbak Ade yang begitu fabulous ngebuat gue dan satu kelompok melewatkan post ini, maafkan kami mbak Ade penjaga danau :3 yah meskipun pada akhirnya kami harus kembali dan menemukan beliau :3
Post keruhanian mungkin begitu menyebutnya.
Dipost ini kita diwawancarai seperti psikotest :3 untuk pertanyaan apa dan jawabannya apa itu rahasia ya :3 karena emang kita ditanyain secara individual.
Dan berlabuhlah perjalanan kita pada post yang paling menistakana sejagad *lebay
Bertemu dengan post ekspresi katanya, tapi bagi gue post ini post paling menguji metal kita u.u
Diminta memperkenalkan diri di take videonya dengan gaya alay what? Iya meskipun gue ni termasuk sering alay dan menistakan diri tapi tidak untuk didepan kamera nope. Terima kasih dan nyatanya gue berhasil mempermalukan diri sendiri u.u kau berhasil mas erfan kau berhasil u.u
Dan inilah akhir dari penyiksaan mental :3.
Masuk ke acara inti dari serangkaian acara yang cukup menyiksa kaki, dan jiwa (cung lebay banget sih). Keseruan belum berakhir dan bahkan bertambah seru, acara yang ada di salah satu gedung ini meriah sekali, dan kedatangan om Gege di acara inagurasi ini memberikan kesan yang sangat dalam, berbagi pengalaman didunia tulis menulis nya. Ada beberapa kalimat yang gue catat. Beri makan mimpi mu, mimpimu akan memberi makan kamu, hidupi mimpi mu, mimpi akan menghidupimu. Taka da lasan untuk tidak menuli dan jangan menyerah pada bakat. Karena bagi beliau Tak ada bakat, minat pun jadi. Dan dengan gagah beliau membuktikan ucapannya meraih berbagai penghargaan di bidang kepenulisan.
Acara berlanjut termasuk pengumuman lulusan terbaik pramuda 19 putra dan putri yang sebenarnya udah gue ketahui sebelum nya, ditambah keseruan kesruan lainnya seperti pembagian hadiah kelompok terbaik, dan kelompok gue yang berjalan datar mengikuti alur nggak kebagian apa apa. Tapi tak apa yang terpenting semangat menulis dari om Gege masih membara setidaknya untuk saat ini. Terakhir pembagian tugas magang Muda 19. Tak lupa mengingat perubahan jaman, akronim FLP pun ikut bergeser dari Forum Lingkar Pena jadi Forum Lingkar Photo Photo (yang ini ga serius) tapi memang setiap acara pasti ada sesi poto poto yang paling ngga gue demenin. Sesuai rencana acara berjalan dengan lancar, meski ada beberapa kekurangan di sana sini, banyak hal yang menyenangkan dibalik hal yang menyebalkan. Dan itu yang gue dapet di acara inagurasi kemarin, jadi sebagai anggota muda flp (ngga pantes juga sih disebut muda rotfl) mari tetap berbakti berkarya berarti. Ciau
Icung K.
Comments
Post a Comment