Dia Yang Tak Mau Menunggu
Sepertinya ada sedikit perubahan yang kita alami, entah semua atau tidak yang pasti ada yang merasakan perubahan. Kita jadi lebih menaruh perhatian pada waktu, Bukan ini bukan tentang antusiasme menunggu buka, menatap lekat lekat gerak gerik jarung jam dan angka angka menjelang adzan maghrib, tapi tentang kita yang dulu abai membaca al qur'an sekarang begitu mengacuhkan waktu demi waktu agar bisa dekat dan lekat dengan al - qur'an. bahkan tak peduli tenggorokan terasa kering sekalipun, mulut harus tetap membaca ayat demi ayat, resap demi resap.
Ada rasa sesal ketika, mulut terbata membaca huruf demi huruf.
"Andai saja dulu rutin, pasti sekarang lancar"
"Ah ayat ini sulit sekali dilafal, ah bukan mungkin karena tak terbiasa saja"
"kemana saja selama ini, kenapa baru sekarang"
Waktu mengalir, terus bergerak dan tak pernah kembali, sesal hanya sesal sekarang tinggal bagaimana memanfaatkan kesempatan yang mungkin tak datang untuk menyapa lagi. Lalu tinggal lah kita yang murung merenung.
Ya kita memang terlalu banyak membuang buang waktu untuk hal yang ga penting, bahkan sering berslogan
"Penting ga penting, dibikin penting aja"
Pada akhirnya membuat kita lupa waktu, membuat kita lupa baca qur'an, membuat kita abai pada hal hal kecil yang sekarang begitu menjadi perhatian kala ramadhan. lalu muncul pertentangan bantin yang berbisik mempertanyakan keikhlashan, kenapa hanya dibulan ramadhan kita berubah? kenapa tidak dari dulu?
Apakah, mulai berbuat baik dan memperbanyak amal di bulan Ramadhan itu salah? Tidak kita tak perlu membuang buang waktu untuk bertanya tanya yang pada akhirnya malah membuat kita batal berbuat baik. Ini kesempatan dan waktu tak akan berbaik hati untuk kembali mundur hanya untuk kita.
Jika memang dulu belum, kenapa tidak mulai dari sekarang? jika waktu kita terbatas, kenapa harus berpikir pikir lagi. Bukankah sudah jelas, kita sering rugi bandar hanya karena membuang buang waktu hanya untuk berpikir ini itu?
Masihkah kita ingin merugi, bergeming dan tidak berusaha berpacu melawan waktu yang tak mau menunggu?
"Demi masa, sesungguhnya manusia sungguh berada dalam kerugian, kecuali orang orang yang beriman dan beramal sholeh"
Sudah banyak waktu yang terbuang, dan kita tentu tak tahu sampai kapan jatah umur kita. Kita selalu saja begitu, kita selalu saja abai, kita memang demikian. Mungkinkah kita baru tersadar saat ajal sudah menjemput, malaikat maut tepat menghampiri kita.
وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ حَتَّى إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ إِنِّي تُبْتُ الآنَ وَلاَ الَّذِينَ يَمُوتُونَ وَهُمْ كُفَّارٌ أُوْلَـئِكَ أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَاباً أَلِيماً
Catatan 4 Ramadhan 1437 H

Comments
Post a Comment