Merasa Beruntung?


Weekend ini seperti weekend pada umumnya, mengadakan bakti sosial pengobatan gratis meski ada yang sedikit spesial karena sekaligus mengadakan khitanan masal. Di tengah perjalanan menuju lokasi baksos ada sedikit halangan tiba tiba ada seseorang yang ingin meminjam ambulance yang kami tumpangi untuk mengantar jenazah. Pada akhirnya harus bertukar mobil.
"Ah yang mati juga ga ngomong dulu sih dari kemaren"
Kalimat itu meluncur dengan renyah dari seseorang diantara kami. Seisi mobil tergelak.
"Yakali pak orang mati ngomong dulu, kalo tahu kapan bakal mati orang orang bakal masuk surga semua donk"
Celetuk seseorang menimpali
Yah mungkin terdengar seperti sebuah candaan tapi dibalik itu ada hal yang mendalam yang kita lewatkan. Hari ini meninggal, dan mungkin bukan satu satunya orang yang menemui ajal. Bisa jadi masih ada puluhan bahkan ratusan orang lainnya yang sudah sempurna jatah rejekinya, dan tidak sempat dipertemukan dengan bulan ramadhan.
Mungkin ini yang namanya peringatan, mengingat keseharian kita tidaklah selalu penuh dengan kebaikan bahkan ada banyak keburukan yang melumuri hari hari yang kita jalani, serasa dicambuk, seandainya kita yang ada di posisi si mayit saat ini dan tidak sempat menutup bongkah bongkah celah yang mengotori hati kita, merasa beruntung? bahkan kita sendiri tak tahu kapan ajal menjemput, dan malaikat siap setiap saat kapanpun perintah itu diberikan.
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Kita manusia sering abai dengan kesempatan, sering sembarang bertindak tanpa memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Kita mahluk bebal yang diberi peringatan pun tak acuh. Haruskah ajal menjemput baru kita tersadar? Ramadan kali ini adalah kesempatan kita menutup sebanyak banyaknya lubang, menabung sebanyak banyaknya kupon undian surga. Jika masih diberi sempat bertobat harusnya lekas kembali jangan lagi tersesat. Karena nikmat sempat mungkin tak akan datang lagi menyapa kita. Entah esok atau lusa bahkan bisa jadi semenit nanti ajal sudah di depan mata.

Catatan 1 Ramadan 1437 H

Comments

Popular posts from this blog

CUMIVIEW : Alasan Kenapa Ratna Ajeng “WANOJA” Layak Diperjuangkan.

Tentang Menikah, Mengapa Tidak Aku Segerakan.

Quarted : Secret Admirer Part 2