Si Kembar Tiga

Dua hari sudah kita menjalani puasa, perjalanan masih panjang, kesempatan memperbanyak kebaikan masih terbuka luas.
"Yey akhirnya, lebaran tinggal 28 hari lagi"
Setidaknya itu yang ditulis beberapa dari kita di media sosial. Terkesan optimis namun juga pesimis, mengingat puasa juga merupakan ujian kesabaran bagi kita sendiri.
Apa yang lekat dengan pikiran kita jika mengingat ingat tentang kesabaran? Ah iya sudah pasti nuansa sedih kerana musibah yang menimba, mungkin juga luluhan air mata serta tangis sebab kehilangan sesuatu yang paling berharga dalam kehidupan kita.
"Sabar ya, semoga Tuhan mengganti dengan hal yang lebih baik"
"Yang sabar, ini ujian dari Tuhan, mungkin memang belum rejekinya"
"Jangan sedih, sabar donk kali aja tuhan kasih yang lebih baik"
Nyatanya kita sering menganak tirikan kesabaran pada aspek yang lain, ibarat anak kembar tiga, sabar punya tiga character yang berbeda, yang paling terkenal diantara tiga kembar tersebut adalah sabar pada mushibah, sementara dua yang lain kita sendiri sering tak menyadari keberadaannya.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اصْبِرُواْ وَصَابِرُواْ وَرَابِطُواْ وَاتَّقُواْ اللّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ﴿

Karena sabar bukan hanya tentang bertahan dari kesulitan, sabar juga tentang mejaga diri agar bisa bertahan ketika mengerjakan kebaikan, menjalani kebaikan mungkin terlihat mudah, tapi bertahan dan tetap kontinue melakukan kebaikan tidaklah mudah, karakter kesabaran ini sering kali terabaikan, bahkan terkadang berimbas malas dan meninggalkan apa yang telah dikerjakan karena merasa diri sudah cukup banyak berbuat baik. Nyatanya orang baik bukan hanya dihitung dari seberapa banyak dia berbuat ketaatan tapi juga tentang bertahan untuk tetap berada di jalan ketaatan.
Sabar juga tentang menahan diri dari berbuat buruk, mengontrol diri dari godaan untuk melakukan fahisyah, mencegah tangan untuk mengambil yang bukan haknya, menahan kaki untuk tidak melangkah ke tempat tempat buruk, menjaga lidah kita dari berkata buruk yang bisa saja melukai orang lain. Kita tahu semua dari kita mampu bertahan dari mushibah yang buruk bahkan yang terburuk sekalipun, tapi mungkin tidak semua orang mampu bertahan untuk tidak melakukan hal buruk, semua orang bisa saja berbuat baik bahkan orang orang yang kita labeli sebagai preman pun punya sisi baik. Tapi tidak semua orang mampu menahan diri dari berbuat buruk.

Catatan 3 Ramadhan 1437 H

Comments

Popular posts from this blog

CUMIVIEW : Alasan Kenapa Ratna Ajeng “WANOJA” Layak Diperjuangkan.

Tentang Menikah, Mengapa Tidak Aku Segerakan.

Quarted : Secret Admirer Part 2