CUMIVIEW : J.I.T.U – Tak Ada Jalan Kembali


Cumiview adalah hasil review iseng seputaran komik-komik yang menurut penulis cukup berkesan dan layak untuk dibaca bahkan dijadikan koleksi. Oh iya, Cumiview sendiri bias diartikan sebagai Cuma Iseng Me-review, inisial C mengacu pada Comics, dan Frasa Cumi mengacu pada nama blog iseng ini. Dan perlu diingat review yang ditulis disini hanyalah pandangan subjective dari penulis saja dan tidak bias jadi pegangan, sebab selera orang itu berbeda beda. Ya toh?

Akhirnya kesempatan untuk membaca komik yang digadang gadang seagama dengan karya karya Timo Tjahjanto yang menyutradarai film Headshot. Komik betajuk JITU ini di rilis oleh reoncomics pada serie infinite yang mengkhususkan kalangan pembaca dewasa, dengan label 21+ nya ini tentu saja komik ini sama sekali tidak ramah anak.


Jitu Volume 1
Penulis : Haryadhi & Yudha Negara N.
Artist : Haryadhi
Tebal: 152 halaman
Format: Soft Cover
Tanggal Terbit: Desember 2017
Dimensi : 195 mm x 140 mm
Publisher : re:On Comic
Rating : Dewasa 21+
Cetakan Pertama November 2017

Sekali menghitam, sulit rasanya untuk bias kembali bersih. Meski begitu bukan berarti kebaikan benar benar sirna. Petama kali membaca komik ini kamu akan disuguhi gaya penceritaan yang khas, alur maju mundur dengan flash back soal kenangan kenangan manis dan pahit masa lalu si tokoh utama sepertinya Mas Haryadhi senang sekali bermain main dengan kenangan pada komik Rixa yang berkerjasama dengan LAPAN pun Haryadhi pandai sekali memain mainkan kenangan. Betapapun kenangan memang bagian dari diri kita, dan keputusan keputusan di masa lalu akan mempengaruhi keputusan kita saat ini. Kadang kala menjadi pemicu semangat namu tak jarang pula merusak focus.
Adalah Rudra pemuda putus asa yang merasa di remehkan oleh ayah pacarnya hanya Karenna seorang musisi dan khawatir masa depan anaknya tak terjamin. Titik awal ini yang mengubah Rudra menjadi penuh ambisi dan menghitam. Sebagaimana kamu telah berusaha untuk mencapai ambisimu ternyata semua yang kamu korbankan menjadi sia sia dan kamu malah kehilangan segalanya, begitu juga dengan Rudra. Terlambat sekali kamu menjadi hitam taka da jalan kembali bagimu.

Dunia ini penuh kegilaan kawan.
Rampok, Begal, Korupsi, Pemerkosaan. Kerusakan. Kekejaman tanpa memandang bulu. Jakarta sudah sebegitu rusaknya, orang bebas berbuat apa saja. Bahkan membunuh untuk mendapat keuntungan bisnis pribadi adalah hal wajar dan lumrah. Dan Tokoh utama kita tengah berada di dunia gelap dan tak menyadari posisi dia di mana, semenit kamu jadi kawan semenit kemudian kamu bias saja jadi korban, sebuah konsep dunia yang benar benar dekat dengan kita dekat dengan kehidupan sehari hari kita.  Inilah yang gambaran dunia yang gue tangkap dari komik ini. Kebusukan tidak bias lagi dilawan dengan lemah lembut kebusukan harus dihajar tepat sasaran. Headshot.

Mengalir manis
Konsep plot maju mundur cukup mengalir dengan manis dan enak, meski bagi yang tidak terbiasa akan sedikit bingung dan harus membaca dan melihat detil beberapa kali. Sayangnya gue ga punya pembanding karena keterbatasan pengetahuan gue baik di dunia komik maupun film. Tapi yang pasti secara garis besar kamu akan menikmati suguhan suguhan benang benang yang perlahan lahan terajut rapi menjadi satu kesatuan cerita yang utuh dan menyegarkan.

Jadi.
Gue kira ga ada kata lain selain kamu harus baca komik ini, kalua menurut bang Timo sih
“Komik pertama Indonesia yang seagama banget dengan gue. Golgo13 ketabrak Ichi The Killer dicipratin PETRUS & Jakarta. Keren Njing!!! Baca!” So kira kira kapan komik ini akan berubah format ke layar lebar? Tunggu aja bang Timo masih membayangkan. Sepertinya jadi angina segarkan? APROPOS. Beli Disini

Comments

Popular posts from this blog

CUMIVIEW : Alasan Kenapa Ratna Ajeng “WANOJA” Layak Diperjuangkan.

Tentang Menikah, Mengapa Tidak Aku Segerakan.

Quarted : Secret Admirer Part 2